Msdummyworld's Blog



Sinema-Perancis

Les Enfants de Timplebach .. film pertama yang kita tonton di sinema Perancis, Platinum FX 18 April kemaren … Hmmmm film perancis pertama yang gw tonton setelah Priceless (Aundrey Tutou), karena kesan film Perancis yang gw tonton itu baguss … so me so excited buat nonton hari minggu kemaren … berbekal info dari temen yang ngasih link http://www.sinema-perancis.com .. me and ma friend dateng ke FX, jam satu siang buat beli 2 tiket di jam 2.

Ternyata beli 2 tiket di FX dapet free nyobain Atmosphere untuk 1 orang, yay!! Well… kalo tadi waktu beli tiketnya sepi, pas mau masuk studionya rame benerrr .. karena sistem kursi yang siapa cepet dia dapet, jadilah pada antri buat masuk studio, kita dapet tempat duduk yang lumayan enak, sederetan kita ada keluarga Perancis, anak-anak nya rame, ga heran karena film ini memang tipe komedi keluarga.

Diawali dengan setting desa Timplebach dipagi hari, dimana anak-anak sedang bersiap-siap untuk sekolah … Manfred yang bersiap ke sekolah melihat salah satu teman nya mengerjai seekor kucing, lalu dalam versi animasi diperlihatkan suasana kacau akibat kucing yang lari kesana kemari karena buntut nya dipasang jam weker, dan beberapa anak yang mengerjai orang dewasa, mereka tergabung dalam kelompok Oskar and the gang. Oskar sang pemimpin  mempunyai tempat rahasia dan memimpin teman-temannya untuk melawan orang tua.

Para orang tua lelah dengan sikap anak-anak mereka, dan memutuskan akan meninggalkan desa selama sehari, untuk memberi anak-anak mereka pelajaran. Kepergian para orang tua dimanfaatkan Oskar untuk mempengaruhi anak-anak untuk berbuat bebas, karena sekarang sudah tidak ada orang tua yang menghukum mereka. Sebagian anak-anak lain menolak bergabung dengan Oskar, dan memilih tinggal bersama mariane, anak dokter gigi yang paling dewasa diantara mereka.

Kelucuan pun mulai terjadi, saat para orang tua yang seharusnya kembali di malam hari ditangkap oleh para tentara yang menganggap mereka akan menginvasi wilayah teritori mereka. Para anak-anak mulai berusaha bersikap dan bekerja seperti orang dewasa, dengan pimpinan Mariane dan Thomas. Sementara kelompok Oskar hanya bersenang-senang saja tanpa berusaha.

Konflik pun menegang antar 2 kelompok, sehingga pertempuran tak ter elakkan. Jangan membayangkan pertempuran sengit ala film dewasa Hollywood yah, film ini dikemas sangat menarik, lucu dan juga sederhana. Akting anak-anak kecil terlihat natural, terdapat pesan  untuk menghargai orang tua kita. Minusnya?? gw ga setuju dengan adegan merokok or minum-minum anak kecil ini, walau maksud dari film ini adalah meniru para oran tua (so parents, jangan beri contoh buruk ke anak-anak ya).

Overall, film ini sangat menghibur, gw ga bisa berhenti ketawa .. lucu dan berbeda dari tipe film Hollywood. Setelah film usai pun, studio dipenuhi dengan tepuk tangan penonton, kita puas!!! Karena takut kehabisan tiket buat minggu depan, kita pun beli tiket in advanced. Le Petit Nicholas, Minggu 24 April di Grand Indonesia, ada yang nonton hari itu juga ???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: